PERAN MAHASISWA
Jika membicarakan bagimana peran mahasiswa di era generasi milenial memang sangatlah menarik, namun belum semua mengetahui apa itu era generasi milenial. Nah pada kesempatan kali ini saya akan mengantar pembaca untuk menelisik lebih dalam mengenai peran mahasiswa di era generasi ini.
Generasi Millennial adalah terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan dunia diberbagai bidang. Millennials (juga dikenal sebagai Generasi Millenial atau Generasi Y) adalah kelompok demografis(cohort) setelah Generasi X. Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir diantara tahun 1980 an sampai 2000 an sebagai generasi millennial. Jadi bisa dikatakan generasi millennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15 – 34 tahun. Dibanding generasi sebelum, generasi millennial memang unik, hasil riset yang dirilis olehPew Researh Center misalnya secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet,entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.
Disinilah peran pemuda, sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang penuh energi, yang optimis, diharapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk sedekat mungkin dengan dunia teknologi itu. Pemuda, diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dengan metode thinking out of the box yang inovatif, sehingga dunia tidak melulu hanya dihadapkan pada hal-hal jaman old yang itu itu saja dan tidak pernah berkembang. Dengan kata lain pemuda diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari pemimpin masa kini. Pemuda diharapkan untuk menjadi change agent, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan.
Fungsi Generasi Milenial
Generasi milenial adalah generasi yang sangat mahir dalam teknologi. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya. Namun sayangnya, dari beberapa statistik yang saya baca, dikatakan bahwa generasi milenial cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial, termasuk politik dan ekonomi. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan dan hedonisme. Mereka cenderung mengingkan hal yang instant dan tidak menghargai proses.
Di era ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Generasi masa kini harus berusaha dan mampu menjadi bijak terutama dalam penggunaan media sosial. Media sosial ini mirip dengan politik, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kita bisa berguna dan bertambah pintar apabila menggunakan media sosial dengan benar, tapi kita juga bisa menjadi penyebar hoax dan menjadi bodoh apabila kita menggunakan media sosial dengan tidak benar.
Di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi. Kualitas dan kinerja manusia juga dituntut menjadi semakin tinggi. Generasi masa kini harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar dan menjadi lebih baik dengan cepat serta melakukan navigasi yang lincah dan tepat untuk dapat memecahkan setiap masalah. Kreatifitas dan Apabila tidak, dalam beberapa tahun ke depan mungkin posisi kita sudah digantikan oleh robot atau program komputer.
Di Indonesia, ada sekitar 81 juta penduduk yang termasuk dalam generasi milenial. Berarti sekitar hampir 32% dari total populasi di Indonesia. Pertanyaannya: Mampukah kelompok 32% ini menjadi change agent untuk Indonesia? Siapkah mereka untuk membangun dan meneruskan Indonesia? Ini yang menjadi tantangan terbesar bagi generasi milenial Indonesia.
Peran dan fungsi Mahasiswa di Era Milenial
Minggu, 02 September 2018
Sabtu, 25 Agustus 2018
Mahasiswa direpresentasikan sebagai tingkatan tertinggi dalam struktur pelajar dan merupakan pemegang estafet kepemimpinan. Apalah jadinya bila suatu negara jika penerusnya tidak memiliki potensi untuk melakukan perubahan.
Sejarah mencatat peran mahasiswa sangat sentral dalam menyikapi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Dari dulu sampai sekarang peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam mengawal kebijakan pemerintah supaya tidak merugikan rakyat. Hal ini berkaitan dengan pengamalan Tridarma Perguruan Tinggi yang salah satu isinya pengabdian kepada masyarakat.
Jadi, fungsi mahasiswa tidak hanya melulu belajar di bangku kuliah, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat sama pentingnya. Aksi nyata yang dilakukan mahasiswa dapat kita refleksikan dari dulu, kini, dan nanti. Zaman dulu atau zaman prakemerdekaan hingga kemerdekaan, mahasiswa menjadi kelompok pertama yang sadar akan arti penting kebebasan dari belenggu penjajahan.
Mahasiswa berperan penting dalam menciptakan perubahan sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini terepresentasikan sejak 1908 dengan pendirian Boedi Oetomo, saat mahasiswa Indonesia mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan serta memperjuangkan nasionalisme bangsa Indonesia.
Berawal dari kebangkitan para pemuda yang dimotori para mahasiswa itulah, pada 28 Oktober 1928 dicetuskan Sumpah Pemuda. Ikrar yang menjadikan kesadaran akan tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu yaitu Indonesia. Masa kini yaitu zaman demokrasi dan globalisasi mahasiswa Indonesia dihadapkan dengan beragam persoalan.
Aksi nyata mahasiswa dan peran mahasiswa zaman sekarang bukan lagi mencapai kemerdekaan ataupun mengangkat bambu runcing untuk menyerbu benteng para penjajah. Peran nyata mahasiswa adalah mereka dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kestabilan serta mengkritisi dan mengawal pemerintah dalam menentukan kebijakan supaya kebijakan itu tidak merugikan rakyat.
Kini Indonesia dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang pelik seperti masalah di bidang sosial, politik, ekonomi, pangan, kesehatan, serta teknologi dan informasi. Di sinilah peran aktif mahasiswa untuk ikut andil dalam menyikapi masalah-masalah yang menyelimuti bangsa kita saat ini. Selamat berjuang kawan. Salam pengabdian!
Sejarah mencatat peran mahasiswa sangat sentral dalam menyikapi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Dari dulu sampai sekarang peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam mengawal kebijakan pemerintah supaya tidak merugikan rakyat. Hal ini berkaitan dengan pengamalan Tridarma Perguruan Tinggi yang salah satu isinya pengabdian kepada masyarakat.
Jadi, fungsi mahasiswa tidak hanya melulu belajar di bangku kuliah, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat sama pentingnya. Aksi nyata yang dilakukan mahasiswa dapat kita refleksikan dari dulu, kini, dan nanti. Zaman dulu atau zaman prakemerdekaan hingga kemerdekaan, mahasiswa menjadi kelompok pertama yang sadar akan arti penting kebebasan dari belenggu penjajahan.
Mahasiswa berperan penting dalam menciptakan perubahan sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini terepresentasikan sejak 1908 dengan pendirian Boedi Oetomo, saat mahasiswa Indonesia mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan serta memperjuangkan nasionalisme bangsa Indonesia.
Berawal dari kebangkitan para pemuda yang dimotori para mahasiswa itulah, pada 28 Oktober 1928 dicetuskan Sumpah Pemuda. Ikrar yang menjadikan kesadaran akan tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu yaitu Indonesia. Masa kini yaitu zaman demokrasi dan globalisasi mahasiswa Indonesia dihadapkan dengan beragam persoalan.
Aksi nyata mahasiswa dan peran mahasiswa zaman sekarang bukan lagi mencapai kemerdekaan ataupun mengangkat bambu runcing untuk menyerbu benteng para penjajah. Peran nyata mahasiswa adalah mereka dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kestabilan serta mengkritisi dan mengawal pemerintah dalam menentukan kebijakan supaya kebijakan itu tidak merugikan rakyat.
Kini Indonesia dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang pelik seperti masalah di bidang sosial, politik, ekonomi, pangan, kesehatan, serta teknologi dan informasi. Di sinilah peran aktif mahasiswa untuk ikut andil dalam menyikapi masalah-masalah yang menyelimuti bangsa kita saat ini. Selamat berjuang kawan. Salam pengabdian!
Langganan:
Postingan (Atom)